Halaman

Sabtu, 13 April 2013

MENANTI UN, KELULUSAN, DAN KIAT MEMILIH SEKOLAH



MENANTI UJIAN NASIONAL, KELULUSAN DAN KIAT MEMILIH SEKOLAH LANJUTAN



Ketika ujian nasional berlangsung sebagian besar orang tua siswa, demikian juga siswa yang bersangkutan, merasa cemas dan bingung serta berharap akan kemampuannya untuk dapat mengerjakan soal-soal ujian dengan baik, sehingga mempunyai harapan dan optimisme dalam  meraih kelulusan dengan hasil yang membanggakan. Jutaan siswa SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA se Indonesia sedang menanti pelaksanaan Ujian Nasional. Pada saatnya nanti kelulusan diumumkan oleh masing-masing sekolah dengan berbagai model dan pola pengumuman, ada yang mengumkan secara langsung dan terbuka dihadapan para siswa, ada yang mengumkan melalui internet, dan ada sekolah yang meminta para siswa untuk menunggu di rumah sampai pukul 21.00 wib. – jika sampai jam malam itu tidak ada  pihak sekolah yang datang, berbarti siswa tersebut dipastikan lulus ujian. Berbagai ekspresi ditunjukkan oleh para siswa, wajah gembira dan berseri-seri akan muncul dari para siswa yang lulus, tetapi juga ada siswa yang berwajah sedih dan murung sebagai tanda ketidakberhasilannya dalam ujian. 
Ekspresi yang muncul dari para siswa yang lulus ini ada yang positif konstruktif dan juga ada  yang negatif distruktif. Berbagai ekspresi yang positif  konstruktif  ini antara lain mereka melakukan sujud syukur kepada Allah, memberikan santunan kepada anak yatim dan fakir  miskin, tasyakuran bersama teman-teman dan gurunya, memberikan sumbangan buku untuk perpustakaan sekolah, dan lain-lain. Sementara ekspresi yang negatif distruktif antara lain ditunjukkan oleh sikap dan perilaku siswa yang kadang kelewat batas – ada yang mencorat-coret bahkan menyobek baju seragamnya, mengecat rambutnya, berkonvoi di jalan raya tanpa helm dan memadati ruas jalan, dan bahkan ada yang merayakan kelulusannya itu dengan miras dan narkoba.
Adalah menjadi tanggungjawab sekolah dan orang tua untuk tetap bisa mengarahkan dan  mengendalikan putra-putrinya yang akan merayakan kelulusannya. Sekolah perlu mengantisipasi model dan pola pengumuman kelulusan yang akan dilakukan sehingga mampu memperkecil dan mencegah munculnya ekspresi yang negatif distruktif itu, misalnya mengumumkan melalui internet atau dilakukan di sekolah dengan berbagai upaya prefentif, misalnya para siswa diharuskan memakai pakaian batik, tidak diperkenankan membawa pilox atau yang sejenisnya, dikumpulkan di kelas, di aula atau di masjid untuk diberi pengarahan bagaimana kita mensikapi kelulusan dan ketidaklulusan secara positf konstruktif. Lebih dari itu sekolah juga bisa memberikan penjelasan tentang rencana studi lanjut setelah lulus  dan memilih sekolah.

 
MEMILIH SEKOLAH LANJUTAN
 

Setelah lulus ujian, orang tua dan siswa dihadapkan pada persoalan baru yaitu mencari dan  memilih sekolah lanjutan yang akan dimasukinya. Banyak orang tua yang bingung ketika  hendak menentukan sekolah terbaik yang tepat untuk anaknya. Memilih sekolah yang tepat adalah langkah terbaik untuk memberikan fasilitas pendidikan bagi anak. Kebutuhan dan kemampuan anak dan orang tua sangat bervariasi sehingga berpengaruh terhadap penetapan  sekolah yang dipilih. Dalam memilih sekolah orang tua dituntut bijaksana, bisa menyeimbangkan antara keinginan dan kemampuan anak serta orang tua.
Saat ini banyak sekolah yang berlomba-lomba menawarkan kelebihan yang dimilikinya, mulai  dari kurikulum, fasilitas pendidikan, sampai dengan sumber daya pelaksananya. Untuk itu kita  harus selektif dalam memilih sekolah, orang tua sebaiknya selalu berusaha memilihkan sekolah  yang terbaik dan sesuai dengan kebutuhan anak dan dirinya. Sebab, ini akan menentukan tidak hanya bagi anak tetapi juga orang tua. Bagi anak, pergi ke sekolah berarti merasakan kemandirian yang sesungguhnya serta menumbuh-kembangkan bakat, minat, dan kemampuan siswa. Sebagai orang tua, tentu ingin memberikan pendidikan yang terbaik dengan menempatkannya di sekolah yang terbaik pula. 
Bagaimana memilih sekolah terbaik? Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai bahan pertimbangan sebelum kita menetapkan sekolah yang dipilih, antara lain : (1) Buatlah daftar nama sekolah dan lakukan observasi terhadapnya, perhatikan visi, misi, tujuan dan program serta implementasinya di sekolah tersebut; (2) Pastikan di sekolah itu terlihat dan terasa adanya tradisi akademik dan spiritualitas keislaman, pilihlah sekolah yang di dalamnya menggambarkan organisasi pembelajar – kepala sekolahnya selalu belajar, gurunya selalu belajar, karyawannya juga selalu belajar, sehingga siswa bisa belajar secara maksimal, baik yang berkaitan dengan akademik maupun penguatan mental spiritual; (3) Gurunya adalah pendidik bukan sekedar  pengajar, guru di sekolah itu senantiasa memberikan keteladanan,  membimbing, mengarahkan, dan menemani siswa di dalam proses pendidikan dan pembelajaran, sehingga siswa merasakan terjadinya tiga trasfer sekaligus, yaitu transfer of knowledge, transfer of values, dan transfer of competence; (4) Lingkungan sekolah yang sehat dan kondusif - terlihat penegakan kedisiplinan,  kepercayaan, keterbukaan, ketertiban, kebersihan, dan tanggungjawab; (5) Fasilitas pendidikan dan pembelajaran, sekolah memiliki kelengkapan fasilitas yang mendukung jalannya pendidikan dan pembelajaran secara efektif; (6) Biaya pendidikan, sesuaikan dengan kemampuan keuangan anda serta tanyakan ada tidaknya beasiswa yang diberikan kepada siswa berprestasi dan siswa tidak mampu di sekolah itu; (7) Cari referensi, jangan ragu dan malu untuk bertanya kepada  orang lain tentang situasi dan kondisi sekolah dimana anak anda akan dimasukkan; dan (8) Bicarakan dengan anak, hal ini kadang dilupakan orang tua, perhatikan reaksi anak ketika anda berbicara dengan anda tentang sekolah yang anda tawarkan; (9) Jaminan sekolah, tanyakan apa jaminan yang bisa diberikan oleh sekolah selama proses sekolah dan lulusannya; dan (10) Jangan lupa memohon petunjuk dari Allah SWT untuk menentukan pilihan sekolah.

Tempat dan suasana sekolah yang tepat akan memberikan stimulan positif bagi anak untuk belajar secara optimal. Selamat mencoba semoga menemukan sekolah terbaik untuk putra – putri anda, amin...

Rabu, 03 April 2013

VISI MISI SMP ISLAM BULUREJO




VISI DAN MISI
SMP ISLAM BULUREJO



Visi Sekolah :

Terciptanya kualitas sumber daya manusia yang beriman, bertaqwa, berilmu, terampil berpacu dalam berprestasi siswa untuk menyongsong era globalisasi budaya.

Indikator Visi : 

1.      Meningkatkan perolehan rata-rata Nilai Ujian Murni (Permendiknas No. 23 Tahun 2006 ) 
2.      Meningkatkan jumlah kenaikan kelas menjadi 100% 
3.      Meningkatkan dalam disiplin peserta didik. 
4.      Meningkatkan dalam kegiatan MGMP. 
5.      Meningkatkan dalam prestasi kerja. 
6.      Meningkatkan dalam pengadaan sarana prasarana / fasilitas sekolah. 
7.      Mengadakan dan meningkatkan ketrampilan komputer di sekolah. 
8.      Meningkatkan prestasi siswa yang di terima dijenjang yang lebih tinggi ( SMA ).





Misi Sekolah :


  1. Membentuk manusia yang berakhlakul karimah.
  2. Membentuk manusia yang cinta ilmu.


Indikator Misi :

  1. Melaksanakan program tambahan di luar jam pelajaran untuk meningkatkan nilai murni siswa
  2. Melaksanakan program tambahan belajar untuk mata pelajaran Ujian Nasional bagi siswa kelas VII, VIII dan IX. 
  3. Melaksanakan program MGMP di sekolah maupun di kabupaten 
  4. Menumbuhkan kebanggaan prestasi kerja kerja dan kedisiplinan 
  5. Meningkatkan dalam mengadakan sarana dan prasarana 
  6. Mengadakan dan melaksanakan ketrampilan komputer di sekolah. 
  7. Melengkapi sarana prasarana.

Senin, 01 April 2013

PENDIDIK SMP ISLAM BULUREJO

Data Pendidik SMP Islam Bulurejo Tempursari Lumajang Tahun 2013

1. Qomaruddin Sholeh, S.Pd.



Jabatan Dinas : Kepala SMP Islam Bulurejo
Tugas Mengajar : Matematika & IPS Terpadu

2. A. Affandi Sangaji, S.Pd.I.


Jabatan Dinas : Wakil Kepala Sekolah
Tugas Mengajar : TIK & IPS Terpadu


3.  H. Mu'allif Ms.


Jabatan Dinas : BP / BK
Tugas Mengajar : Pendidikan Agama Islam


4.  Abdussabar US, S.Pd.I.


Jabatan Dinas : Pendidik
Tugas Mengajar : Kemuhammadiyahan


5. Rokhamah, SE.


Jabatan Dinas : Bendahara Sekolah & Pendidik
Tugas Mengajar : IPS Terpadu


6. Dra. Samidah


Jabatan Dinas : Wakasek Kurikulum & Pendidik
Tugas Mengajar : Bahasa Indonesia


7. Nurwahyudi, S.Pd.


Jabatan Dinas : Wakasek Kesiswaan
Tugas Mengajar : Penjaskes & Bahasa Indonesia

8.  Istifa Maisyarah, S.Pd.


Jabatan Dinas : Wali Kelas VII.A & Pendidik
Tugas Mengajar : Bahasa Daerah

9. S. Bangun Endra Jaya, S.Pd.


Jabatan Dinas : Wakasek Humas & Pendidik
Tugas Mengajar : Seni Budaya

10. Heltin Setyowati, S.Pd.


Jabatan Dinas : Pendidik
Tugas Mengajar : Bahasa Inggris

11. Yayuk AH, S.Pd.


Jabatan Dinas : Wali Kelas IX.B & Pendidik
Tugas Mengajar : IPA Terpadu

12. Rohmah Fitroh I, S.Pd.I.


Jabatan Dinas : Pendidik
Tugas Mengajar : Bahasa Arab

13. Mahmudi, ST.


Jabatan Dinas : Wakasek Bidang Sarana Prasarana & Pendidik
Tugas Mengajar : IPA Terpadu

14. M. Burhanudin, S.Pd.


Jabatan Dinas : Wali kelas IX.A & Pendidik
Tugas Mengajar : Matematika

15. Sri Utami Dewi, S.Pd.


Jabatan Dinas : Wali Kelas VIII.B & Pendidik
Tugas Mengajar : Bahasa Inggris

16. Suliati, S.Pd.I.


Jabatan Dinas : Wali Kelas VII.B & Pendidik
Tugas Mengajar : PKn

17. Linda Rohmawati, S.Pd.I.


Jabatan Dinas : Wali Kelas VIII.B & Pendidik
Tugas Mengajar : PAI & Bahasa Arab

18. Sri Wahyuningsih, S.Pd.I.



Jabatan Dinas : Pendidik
Tugas Mengajar : Kemuhammadiyahan

19. Fatmawati, S.Pd.SD.


Jabatan Dinas : Wali Kelas VII.C & Pendidik
Tugas Mengajar : Matematika